Apa itu Kecemasan: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Cara Mengobati

Gambaran Umum

Kecemasan adalah suatu istilah yang menggambarkan gangguan psikologis yang dapat memiliki karakteristik yaitu berupa rasa takut, keprihatinan terhadap masa depan, kekhawatiran yang berkepanjangan, dan rasa gugup. Rasa cemas memang biasa dihadapi semua orang. Namun, rasa cemas disebut gangguan psikologis ketika rasa cemas menghalangi seseorang untuk menjalani kehidupan sehari-hari dan menjalani kegiatan produktif.

Penyebab Kecemasan

Penyebab pasti rasa cemas tidak diketahui. Namun, sudah terbukti bahwa rasa cemas disebabkan oleh kombinasi faktor-faktor tertentu. Seperti gangguan mental lainnya, rasa cemas disebabkan oleh gagalnya saraf-saraf otak untuk mengontrol emosi dan rasa takut. Contohnya stress dapat mengubah alur komunikasi sel-sel saraf dalam sirkuit otak. Hal ini akan mengubah struktur otak tertentu yang mengkontrol emosi. Struktur otak tertentu ini pada awalnya dibentuk dari genetik dan keturunan keluarga.

Faktor lingkungan seperti trauma masa kecil (contohnya kekerasan rumah tangga, kehilangan orang tua, dll) atau masalah besar dalam hidup (contohnya krisis finansial dan gagalnya hubungan asmara) dapat memicu kecemasan. Gejala-gejala kecemasan juga dapat disebabkan oleh gangguan sistemik seperti hipertiroidisme, masalah endokrin, gula darah rendah, kekurangan kalsium, dan penyakit jantung.

Kecemasan atau mudah cemas bukan disebabkan oleh lemahnya kepribadian seseorang atau pendidikan yang buruk.

Gejala-gejala Kecemasan

Kecemasan merupakan respon normal dalam menghadapi situasi sulit. Bahkan, rasa cemas dapat membantu jika situasi yang membutuhkan respon “lawan atau lari” terjadi. Respon “lawan atau lari” adalah suatu respon yang diatur oleh hormon adrenalin yang akan menentukan apakah Anda harus “lawan” atau “lari” dalam situasi genting. Namun, jika respon ini berlebihan dan berkepanjangan atau menjadi terlampau paranoid terhadap masalah kecil, Anda mungkin mengalami gangguan kecemasan. Tanda-tanda gangguan kecemasan adalah atau kombinasi dari beberapa hal dibawah ini:

  • Perasaan mudah marah, tersinggung, sedih, atau khawatir
  • Tidak dapat fokus dan tenang
  • Susah tidur
  • Ketakutan dan panic
  • Jantung berdebar-debar tanpa alasan jelas
  • Tangan dan kaki berkeringat dingin
  • Rasa kesemutan di tangan atau kaki
  • Otot-otot menegang
  • Pusing dan mual
  • Mulut kering

Tipe Gangguan Kecemasan

Gangguan kecemasan dapat diklasifikasikan menjadi beberapa tipe yaitu:

  • Generalized Anxiety Disorder (GAD)/Gangguan Kecemasan Umum - Ini adalah gangguan berkepanjangan dan berlebihan terhadap situasi atau kejadian secara tidak spesifik. Pasien umumnya mengkhawatirkan segala macam hal secara berlebihan dan merespon dengan berlebihan. Contohnya, pasien dengan gangguan ini mengkhawatirkan masalah keuangan, kesehatan, pekerjaan, atau keluarga namun tidak bisa menentukan hal apa yang sebenarnya mereka khawatirkan.

  • Panic Disorder / Panik yang Tidak Normal - Pasien dengan gangguan ini menderita serangan rasa takut dan panik secara cepat dan tiba-tiba.

  • Phobia - kondisi ini memiliki karakteristik rasa takut yang tidak diketahui mengapa terhadap suatu objek, situasi, atau makhluk hidup. Contohnya, takut ketinggian, takut ruangan sempit, takut terhadap laba-laba, atau takut terhadap binatang melata. Tidak seperti GAD dimana pasien tidak bisa menentukan apa yang dia khawatirkan, pasien phobia dapat dengan jelas menentukan apa yang dia takutkan. Walaupun apa yang mereka takutkan terkadang irasional, pasien tetap tidak bisa mengontrol rasa takut mereka.

  • Social Anxiety Disorder/Gangguan Kecemasan dalam Bersosialisasi - Biasa disebut phobia sosial, gangguan ini terjadi saat pasien berada dalam situasi bersosialisasi. Pasien merasa gelisah dan terlalu sadar diri terhadap penampilan, perilaku, sikap, ataupun perkataan pribadi jika dihadapkan dengan seseorang. Umumnya, pasien menghindari perkumpulan sosial karena takut memalukan diri sendiri dan dipandang oleh orang lain.

  • Obsessive Compulsive Disorder (OCD)/Gangguan Perilaku Obsesif - Gangguan ini adalah perilaku dan pemikiran yang membuat gelisah dan repetitif. Contohnya, beberapa pasien begitu terobsesi dengan tangah yang bersih sehingga mereka selalu mencuci tangan setiap jam atau melihat tangan orang lain kotor mereka juga merasa gelisah. Pasien yang menderita gangguan ini menyadari apa yang mereka lakukan itu tidak seharusnya namun tetap tidak bisa mengkontrolnya.

  • Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD)/Gangguan Post-traumatic - Gangguan ini disebabkan oleh kejadian masa lalu yang menyebabkan trauma berat seperti kecelakaan, pemerkosaan, atau menyaksikan tindak kriminal. PTSD sering menyebabkan perubahan perilaku dan sikap dengan harapan dapat menghidar dari penyebab trauma.

  • Separation Anxiety Disorder/Ganguan Kecemasan dalam Perpisahan - Pasien dengan gangguan ini akan mengalami kecemasan berlebihan dan kepanikan berlebihan ketika mereka berpisah dengan seseorang atau suatu tempat yang memberi rasa aman kepada pasien.

Pilihan Perawatan untuk Gangguan Kecemasan

Orang-orang yang mengalami gejala-gejala seperti yang disebutkan sebelumnya sebaiknya menemui psikiatris atau psikologis yang terlatih dalam mendiagnosa gangguan kecemasan. Uji kesehatan mental yang berupa observasi dan diskusi mengenai apa yang dirasakan pasien biasa dilakukan. Selain itu, evaluasi komprehensif tentang sejarah keluarga juga ditanyakan. Tergantung dengan jawaban Anda dan manual standar diagnosis untuk gangguan kecemasan, dokter anda akan dapat mengidentifikasi tipe apa yang anda derita, apa yang menyebabkannya, dan perawatan seperti apa yang paling cocok untuk Anda.

Ada dua pilihan umum untuk mengatasi gangguan kecemasan, yaitu:

  • Pengobatan Tanpa Obat/Curhat - Terapi perilaku kognitif adalah salah satu terapi yang paling sering dan paling efektif untuk mengatasi kecemasan. Dokter Anda akan membantu Anda mengerti alur pemikiran Anda dan mengidentifikasi apakah ada pemikiran atau perilaku buruk yang mungkin berasal dari kecemasan Anda sehingga anda dapat menghindari pemikiran dan perilaku tersebut. Dokter Anda juga akan merekomendasikan beberapa hal berikut ini tergantung dengan kondisi Anda: konseling, hipnoterapi, sesi relaksasi, dan kursus manajemen kecemasan.

  • Obat-obatan - Serangan kecemasan dapat diatasi dengan obat anti-depresan, buspiron, beta-bloker (propanolol), obat penenang (diazepam), dan pregabalin. Obat-obat ini dapat meringankan gejala dengan cara mengubah keseimbangan substansi kimia yang ada di otak yang mempengaruhi kecemasan.

Obat khusus untuk mengatasi ganguuan kecemasan belum ditemukan. Namun, kombinasi konseling, obat-obatan, dan opsi lainnya dapat mengatasi gangguan secara mudah. Perubahan gaya hidup seperti olahraga rutin, latihan pernapasan, teknik relaksasi diri, dan yoga juga bermanfaat. Penelitain membuktikan bahwa orang-orang yang menderita kecemasan dapat mengontrol atau mengurangi serangan kecemasan dengan menghindari makanan atau minuman yang mengandung kafein seperti kopi, cola, dan coklat.

Referensi:

  • Crosta, Peter (2009). Medical News Today Knowledge Center: “All About Anxiety”
  • Starcevic, Vladan(2005) Anxiety Disorders in Adults: A Clinical Guide. Oxford University Press.
Bagikan informasi ini: